Apa sih beda video explainer dan video promosi? Pertanyaan ini sering kali diungkapkan oleh klien yang ingin membuat video untuk kebutuhan marketing mereka, tapi belum sepenuhnya memahami fungsi setiap format.
Secara singkat, keduanya sama-sama digunakan untuk menarik perhatian audiens, namun sebenarnya memiliki tujuan, pendekatan, dan struktur yang berbeda.
Dari segi visual, video promosi biasanya tampil dengan tempo cepat dan visual yang memancing emosi, sementara video explainer cenderung lebih tenang, fokus pada alur cerita, dan dibuat untuk membantu audiens benar-benar memahami sebuah konsep.
Bedanya memang tipis, tapi hasilnya bisa jauh berbeda. Yuk kita kupas lebih dalam tentang video explainer dan video promosi.
Apa Itu Video Explainer dan Video Promosi?
Ternyata masih banyak bisnis yang menyamakan kedua jenis video ini, padahal perannya berbeda. Keduanya sama-sama bisa menarik perhatian, tetapi cara kerja dan tujuan akhirnya tidak sama.
Apa itu Video Explainer?
Video explainer adalah jenis video yang bertujuan untuk mengedukasi audiens dengan menjelaskan sebuah produk, layanan, atau konsep yang kompleks menjadi lebih sederhana.
Format ini dibuat untuk membantu orang benar-benar memahami apa yang kamu tawarkan. Lewat animasi visual, kamu bisa menjelaskan keuntungan, fitur, dan cara kerja produk di kehidupan nyata.
Karakteristik umumnya meliputi storytelling yang jelas, alur logis dari masalah ke solusi, fokus pada manfaat dan proses, serta visual yang mendukung pemahaman.
Explainer biasanya cocok untuk produk yang memiliki fitur teknis, proses yang panjang, atau manfaat yang perlu dijelaskan secara runtut. Adapun jenisnya, ada 2D animation, 3D animation, whiteboard, motion graphics, dan lainnya.
Apa itu Video Promosi?
Video promosi adalah video yang dirancang untuk menarik perhatian dengan cepat dan mendorong audiens untuk melakukan tindakan tertentu. Misalnya, video yang didesain untuk menarik pembeli, mengikuti campaign, atau sekedar mengikuti social media.
Format ini lebih singkat, to-the-point, dan memanfaatkan momentum emosional. Video promosi biasanya digunakan dalam campaign jangka pendek, peluncuran produk, event marketing, atau iklan berbayar yang membutuhkan respon cepat.
Karakteristik umumnya yakni tempo yang cenderung cepat, visual yang mencolok, pesan singkat yang persuasive, serta fokus pada daya tarik emosional atau penawaran yang sedang di-highlight.
Apa Perbedaan Video Explainer dan Video Animasi?
Perbedaan keduanya terlihat dari cara menyampaikan pesan, durasi, hingga di mana dan kapan video tersebut paling efektif digunakan. Berikut elemen-elemen yang membedakan video explainer dan video promosi.
Tujuan Utama
Tujuan utama video explainer adalah mengedukasi audiens. Video explainer membantu menjelaskan sebuah konsep, fitur produk, atau proses yang mungkin sulit dipahami jika hanya menggunakan teks.
Format ini memberi ruang untuk membangun konteks, memaparkan masalah, dan menunjukkan bagaimana solusi bekerja.
Explainer sangat relevan untuk produk dengan fitur teknis, layanan berbasis teknologi, atau penawaran yang membutuhkan pemahaman mendalam sebelum orang mau mempertimbangkan membeli.
Berbeda dengan explainer, video promosi berorientasi pada aksi cepat. Tujuannya adalah menarik perhatian secara instan dan memicu respons, seperti klik, beli, daftar, atau sekadar mengenal brand dalam waktu singkat.
Pesan dibuat ringkas, kuat, dan sangat fokus pada satu hal, yaitu mendorong awareness atau penjualan.
Gaya dan Tone Penyampaian
Gaya komunikasi video explainer cenderung informatif dan tenang. Alurnya dibuat runtut, step-by-step, agar audiens bisa mengikuti penjelasan tanpa merasa terburu-buru.
Tone-nya biasanya lebih edukatif, dengan visual yang mendukung pemahaman. Namun, tidak menutup kemungkinan kamu juga bisa menggunakan bahasa yang lebih fun sesuai dengan brand image.
Pada video promosi, gaya dan tone-nya sering kali lebih energik, cepat, dan emosional. Fokusnya adalah mencuri perhatian dalam beberapa detik pertama dan mempertahankannya sampai CTA.
Karena itu, visual dibuat lebih mencolok, dinamis, dan penuh momentum untuk menciptakan dorongan psikologis agar audiens segera beraksi.
Durasi Video
Umumnya video explainer lebih panjang, yaitu 60–120 detik, karena membutuhkan waktu untuk membangun alur cerita yang runtut dari masalah hingga solusi. Durasi ini memberi ruang cukup untuk edukasi tanpa terasa bertele-tele.
Sebaliknya, video promosi biasanya 10–45 detik, tergantung platform. Pendek, padat, dan langsung ke inti, jadi satu pesan utama dan satu ajakan tindakan. Durasi ini ideal untuk iklan media sosial, kampanye awareness, dan format paid ads.
Struktur Cerita
Struktur video explainer lebih lengkap dan sistematis, biasanya mengikuti pola problem solving yang dimulai dari masalah, solusi, cara kerja, dan value yang didapat.
Alur ini memudahkan audiens memahami mengapa produk dibutuhkan dan bagaimana produk tersebut bekerja dengan membangun logika dan manfaat secara bertahap.
Di lain sisi, video promosi memiliki struktur yang lebih singkat dan to-the-point. Umumnya, langsung menyuguhkan fitur/penawaran, diikuti dengan CTA.
Tidak ada penjelasan panjang, karena yang ditonjolkan adalah kelebihan utama, urgensi, atau penawaran khusus (diskon, early bird, limited-time offer), lalu ditutup dengan ajakan yang jelas.
Penempatan & Distribusi
Video explainer paling efektif ditempatkan di platform atau titik yang membutuhkan edukasi, seperti:
- Landing page produk
- Onboarding pelanggan
- Deck presentasi atau pitch investor
- Channel LinkedIn untuk konten edukatif
- Halaman FAQ atau documentation support
Sementara itu, video promosi lebih cocok untuk kanal berorientasi awareness dan konversi cepat. Channel yang paling ideal untuk video jenis ini di antaranya:
- Iklan berbayar (Meta Ads, YouTube Ads, TikTok Ads)
- Campaign social media
- Teaser produk baru
- Event dan seasonal campaign
Di sini, tujuan utama video promosi adalah muncul di depan audiens sebanyak mungkin dengan pesan yang kuat.
Agar lebih mudah diingat, berikut tabel sederhana perbedaan video explainer dan video promosi.
| Elemen | Video Explainer | Video Promosi |
| Tujuan Utama | Menjelaskan cara kerja produk atau konsep secara sederhana. | Menarik perhatian dan mendorong audiens untuk mengambil tindakan. |
| Fokus Konten | Edukasi, pemahaman, dan cerita yang runtut. | Manfaat, keunggulan, dan urgensi. |
| Gaya Penyampaian | Informasional, storytelling, detail namun mudah dipahami. | Persuasif, cepat, energik, dan langsung ke ajakan. |
| Durasi Umum | 60–120 detik. | 15–45 detik. |
| Target Momen | Awareness & pendidikan sebelum membeli. | Kampanye penjualan & promosi. |
| Ciri Visual | Ilustrasi, diagram, grafis, dan alur kerja. | Visual bold, impactful, dan fokus pada emosi. |
| Call-to-Action (CTA) | Biasanya “Pelajari lebih lanjut”. | Biasanya “Beli sekarang” atau “Daftar sekarang”. |
Kapan Harus Membuat Video Explainer dan Video Promosi?
Kadang kamu butuh video yang edukatif, kadang kamu butuh video yang langsung “menjual” produkmu. Keduanya sama-sama penting, tapi dipakai di momen yang berbeda. Agar tidak salah pilih, simak panduan singkatnya.
Kapan Harus Memakai Video Explainer?
- Saat kamu perlu menjelaskan fitur SaaS atau produk yang cukup teknis.
- Ketika meluncurkan produk baru dan butuh edukasi biar audiens benar-benar paham.
- Untuk menjawab pertanyaan pelanggan yang cenderung kompleks atau sering berulang.
- Ketika kamu ingin memperlancar onboarding, baik untuk pelanggan maupun internal tim.
Tonton contoh video explainer berikut:
Kapan Harus Memakai Video Promosi?
- Saat kamu lagi jalanin promo terbatas dan ingin hasil cepat.
- Untuk campaign iklan di social media atau YouTube Ads.
- Ketika ingin meningkatkan awareness produk baru dan menarik perhatian sejak awal.
- Saat kamu ingin mendorong traffic dengan pesan yang lebih singkat, tegas, dan catchy.
- Kalau mau, aku bisa bikinin versi tabel atau versi carousel LinkedIn biar makin rapi.
Tonton contoh video promosi berikut:
Videomu Kurang Maksimal? Cek Kesalahannya
Tidak sedikit brand yang sudah berinvestasi pada pembuatan video, namun gagal mendapatkan hasil yang diimpikan. Kira-kira kenapa, ya?
Sering kali, hasil yang tidak signifikan bukan karena videonya jelek, tapi karena jenis, gaya, atau tujuannya nggak match sejak awal.
Saat kamu membuat video explainer atau promosi, hindari beberapa kesalahan ini yang bisa membuat video kamu kurang maksimal.
#1. Mengira Explainer Hanya Versi Panjang dari Video Promosi
Banyak yang berpikir selama durasinya lebih panjang, otomatis itu jadi explainer. Padahal bukan. Explainer butuh alur logis, storytelling, dan konteks, bukan sekadar memperpanjang materi promosi.
#2. Memaksakan Visual Cepat untuk Konsep Berat
Kalau konsepnya teknis atau butuh edukasi, visual yang terlalu cepat justru membuat audiens makin bingung. Video explainer harus memberi waktu audiens untuk memahami konteks, baik dari segi script video dan visual.
#3. Tidak Menyamakan Format dengan Tujuan Kampanye
Ketika kamu salah format, pesan yang disampaikan bisa sulit dicerna audiens. Kalau tujuanmu edukasi, gunakan explainer. Kalau butuh awareness cepat, gunakan video promosi. Banyak brand justru terbaik sehingga performa video tidak maksimal.
#4. Tidak Menyiapkan CTA yang Tepat
Video sudah bagus, tapi CTA-nya lemah atau tidak relevan. Explainer biasanya butuh CTA yang mendorong langkah lanjutan (demo, trial, atau learn more), sementara video promosi harus langsung ke aksi cepat (beli, daftar, atau klaim promo).
#5. Salah Pilih Platform untuk Jenis Video
Explainer durasi panjang yang ditempatkan di TikTok biasanya akan tenggelam. Sebaliknya, video promosi super-singkat kurang optimal kalau ditempatkan di landing page. Setiap platform punya format yang lebih efektif, jadi penempatan video harus disesuaikan.
Jadi, Video Mana yang Harus Kamu Pilih?
Pilihanmu sebenarnya kembali ke tujuan. Kalau kamu ingin membangun pemahaman mendalam, misalnya menjelaskan fitur, konsep teknis, atau cara kerja produk, video explainer adalah pilihan yang paling tepat.
Tapi kalau yang kamu cari adalah aksi cepat seperti awareness, traffic, atau penjualan, video promosi jauh lebih efektif.
Keduanya juga bisa bekerja bersama dalam satu funnel. Video promosi menarik perhatian di tahap awal, lalu explainer membantu audiens memahami nilai produk secara lebih lengkap.
Menggabungkan keduanya efektif untuk membangun perjalanan pelanggan yang lebih utuh dan terukur.Ingin membuat video untuk marketing brand kamu? Hubungi tim Videos.ID untuk memulai produksi!